Jumat, 20 Mei 2011

Learn from Football strategy for Your best Organization



We start from alex ferguson, why he's so very important and famous around the world ( special from football lover). he is figure of the best football team manager in last two decade. He have been coached Manchester United since early of 1990 and until now he bring their club to highest level club in Europe and the world too. He can reach the highest supremacy for football in English as the winner of EPL (English primer league) for 19 time's. Not only in English, their club won 4 champions league, who only the best football club in the Europe can join with this. An almost every year in last decade, he can dispatched MU on the semi final. So amazing his achievement very phenomenal. But the most important from all is he started from zero. He lead the youngest troops to the champion. he never put the star player for his team. but he try to create or born the new star. The famous example is Cristiano Ronaldo the best player in the world on 2007 and 2008. if we look deepest from he's method to coach how to play football. He always play with spirit never stop until the whistle flute by umpire at the end of the game. We was remembered when on 15 minutes last Manchester United can reverse the scoor to be the winner of league champion with defeated bayer munchen on 2006. it was most credible moment in the history of football.
Let's learn the ferguson Method one by one:
He put the fundamental philosophy of football play. The principal is all 11 player who play on the field as same level, no one stayed as the star and target man. they stayed at same level same job to be a winner. and every player must be know about his job and also his assignment.as striker his duty was to created a goal. and he become a target point and also target view of supporter and the victim. if he can do the duty excellently the impact is he will be famous and to be a star. But it was normally and for player in the another position he can't to by jealous. Because they have different job description. Vidic as defender his job was keep their area defend from lost of goal. He lead their defend strength to maintain area from all any rival strike. For vidic no goal strike inside in the team is main achievement and as additional task is support the play maker and striker to created the goal.Although sometime VIDIC can created score but it rarely. It's name crucial achievement. Furthermore Play maker, as example paul scholes he always run and run to open area and give accurate passing to create ability to make a goal. He stop for a moment the enthusiast to make goal by himself he never selfish to make a goal. He always try to make opportunity for other player. in this time striker to make a goal. It's name a game, all player know their position and also their job description. They can't jealous to another player, because for they only one name be say "Manchester United". They support for each other to reach the highest achievement. the CR7 achievement is to be proud for all member of their club.
Ferguson known as manager with the best attitude. he never make different and compared one person with other under their command. he salute the man who serve the game like grass cut master, massage master, chief till star like Cristiano Ronaldo.
From this lesson we can take several point become the assessment for the organization. in the best organization each person in the each position must be do all task according to their own job description never go outside from the mark line that created by their manager.The right position can be a star because their duty is reach the best as the last weapon. and who sit in abother position with a different job can't jealous. it's a mandate all do every task, assigment omly for one final destination for our team glory...........let's do the best for the best achievement without break the best by ourselves"


(magoroku......we only see from far side but we can direct act to the spot)

Senin, 09 Mei 2011

The shiny sun in South of lebanon


Summer comming....summer comming
Some child shout and run happily at village park in at-taibe, one of remote municipality in south Lebanon 6 km from Blue Line (BL) the imaginer lines which made by UN as result of understanding between israel and lebanon for signed border to seperate two parties. it also showed last border for israel to withdrawn their troop from lebanon in 2006. it was known 26 day war between israel and lebanon. As usual in another place in the world, the child life full in cheerful and freedom. summer is special moment for local population. They spend a lot of time for recreation or just relaxation from crowded schedule and also heavy life. For a while they can forget it all matter relation with war, poverty, and harassment. it's too useless if don't use it for benefit act. During this session all school will be holiday and finally the meaning is time for us to work.
We start to give a little happy in the center of child environment. One of my duty in south lebanon as former conflict area is pull out all tarumatic experience among people in conflict area especially for child,because the future belong to our child as inheritance from ancestor. don't forget it!!!
one of kind for application it was CIMIC activity. Special activity which created UN as result from military and civilian coordination to conduct social and human activity. The CIMIC would be applicated and disparate for several kind activity such as liasing, medical assistance, nursing, library, extralearning, and many other kind of activity.
We got special program which difference with other, it's name "smart car", don't be wrong perception or would be deception. Smart car is figure as car with all equipment inside. like small libary walking but not only it, they also bring all toy equipment, lesson equipment and entertainment equipment. So we can imagine only with one car but we and also all people ,who stay around can be read book, play some toys, learn english, try to use computer and many other kind activity.
We hope, with our program ,the child in south lebanon keep smile and forgotten all traumatic attack in their mind. they can facing the future optimistically for better life, better condition to reach all dream and ambition to lead the world

Ahlan wa sahlan
syukron jazilan

Sabtu, 23 April 2011

Ketika anak-ku Menjadi Pemimpin di 2055 kelak


Suatu hari tanggal 14 april 2080 di terik dan menyengatnya suasana luar yang sebegitu menakutkan dan seakan menjadi hantu waktu itu. Di mana sinar mentari terasa langsung beradiasi memancar tanpa penghalang sebagai akibat lubang ozon "perisai alami" sudah bolong bahkan runtuh oleh sekian banyak polusi, freon,radikal bebas serta efek rumah kaca ditambah lagi hutan kalimantan sebagai paru paru dunia telah rata dan tersisa hanya onggokan tanah berlumpur hasil reka ulang tambang batu bara dan guratan sawit berjuta hektar. Sehingga keluar rumahpun ku harus memakai pakaian anti radiasi dan lotion anti kanker kulit. dan tak heran juga kalau semua orang terasa enggan untuk keluar ruangan mereka sibuk dengan urusan dan protectnya masing masing.
Mustahil lagi melihat layang layang ataupun anak anak bermain di taman seperti layaknya di tahun 2011....ketika kumulai lahir di muka bumi nusantara. tak bisa kuulangi lagi ingatanku ketika bapak bercerita tentang penggembala dan hewan ternaknya, kini sapi, kambingpun turut hidup di ruangan dengan asupan protein praktis berupa kapsul dan vitamin.
Sebagai pemimpin sudah sepatut dan sepantasnya saya memikirkan kelestarian alam ini. Dengan niat dan dalih suci bahwa bumi ini adalah titipan untuk anak cucu kita bukan warisan dari orang tua kita yang harus di habiskan. Jadi ingat sama semboyan dulu di tv -tv swasta banyak gerakan dan gebrakan"sejuta pohon", Go green,
serta serangkaian komitmen yang dulu hampir tiap hari minggu diberitakan dengan kaos baru dan logo baru.
Tapi kini akankah itu bisa kuulangi lagi...kayaknya sudah terlambat, yang bisa dilakukan sebatas analisa, tanpa bisa mengulang siklus paten yang sudah ada. Karena semua semboyan dan gerakan rasanya sudah di ambil sejak aku masih kecil, kata kata sudah hampir semua terpakai, konsep dan ilmu sudah semua di aplikasikan tapi namanya juga manusia, semakin tinggi pingin bertingkah sebagai malaikat semakin rendah ingin berbuat terasa setan.
Yang bisa kulakukan sekarang hanya termenung dan merewind masa kecil andai saja pintu ajaib doraemon itu ada, bisakah aku kembali ke masa lalu dan ku rekam sedikit masa kini untuk dipertontonkan ke mereka. Sehingga generasiku kini bisa lebih merasa bahwa bumi ini bisa bersahabat kepadaku

Kamis, 21 April 2011

“Sregepo Sinau………”

Assalamualikum rasanya ucap syukur tak ayal akan selalu terucap dari bibir ini sekalian ikhlas puji doaku akan senantiasa terpanjat dari hati ini. Itu semua karena sebegitu besar nikmat yang tak ternilai harganya tercurahkan kepada kita sebagaimana takaran yang masing masing manusia telah ada secara kodatrinya. Perjalanan panjang hidup ini telah hampir sampai ke titik aman pertama yaitu seperempat abad lebih sedikit dengan segala rejeki yang menyertainya. Dimana seseorang sudah mulai menggapai cita cita yang di inginkan serta kejelasan akan kenikmatan duniawi mulai bisa terprediksi dan menghilangkan bayang bayang samar ketakutan.
Apabila melangkas napak tilas ke belakang tak sedikit pengorbanan yang bisa di sepelekan. Namun semua aral rintangan dan kerja keras adalah bumbu menuju kesuksesan. Seorang jenderal berpengaruh di Amerika Serikat Collin powell pernah berkata :
“Tiada rahasia untuk sukses. Kesuksesan adalah hasil dari persiapan, kerja keras dan belajar dari kegagalan.
Sebuah kegagalan adalah referensi yang sangat berharga bagi munculnya sebuah gold moment yang bernama keberhasilan. Terkadang yang kita butuhkan adalah sebuah energy positif akan keberhasilan, itu saja. Aura positif akan mendorong kita berbuat dan berhasil dengan nilai pencapaian yang positif juga.
Norman Vincent Peale
“People become really quite remarkable when they start thinking that they can do things. When they believe in themselves they have the first secret of success.”
Secara harfiah dapat diartikan sebagi berikut bahwa “Manusia menjadi sangat luar biasa saat mereka mulai berpikir bahwa mereka dapat melakukan banyak hal. Tatkala mereka percaya akan kemampuannya, mereka memiliki rahasia utama sebuah keberhasilan”.
Jika kita mau menyelami kehidupan apa kunci sukses dari sekian banyak orang yang kita anggap sukses di lingkungan sekitar kita, maka akan sangat sulit menentukan beberapa factor yang kemungkinan ada. Dari sebegitu banyak factor memiliki prosentase tersendiri dalam memberikan sumbangsih yang berbeda pula. Pendidikan mungkin menjadi alasan yang terlogis mengingat peran sertanya terutama dalam membentuk karakter dan kepribadian seseorang “character building”. Di Negara berkembang semacam Indonesia pendidikan adalah kunci sukses bagi seseorang sehingga bisa loncat strata dan mengubah kehidupan kearah yang lebih baik.
Banyak sekali cerita bak dongeng yang ada dan tidak sedikit menjadi motivator bagi sebagian banyak orang di negeri ini. Sebagai contoh anak petani yang bisa merengkuh kedudukan sebagai president director di salah satu perusahaan terkenal. Seorang anak desa mampu menjadi jenderal dan masih banyak lagi cerita nyata yang sebegitu inspiratifnya. Itu semua tak lain karena jalur pendidikan yang mengubah “old pattern” dimana orang yang sukses selalu seakan sudah merupakan takdir dan berasal dari kaum bangsaan dan colonial yang nenek moyangnya mempunyai darah istimewa untuk menjadi orang sukses. Hal itu wajar sebagai bentuk konsekuensi logis dari sekian lamanya Negara kita dijajah, sehingga salah satu doktrin sebagai jalan untuk tetap melanggengkan cengkeraman kekuasaan.
Teringat bagi sebagian besar kita bahwa para orang tua pernah berpesan dengan segala kata kata bijak dan petuahnya. Mereka hanya titip satu pesan yang tidak mungkin dapat di terima dengan akal pikiran seorang anak “ belajar yang rajin”. Terkadang sontak kita sedikit protes dengan hal itu, karena bagi kita belajar adalah suatu aktivitas yang jauh mengesalkan jika di sejajarkan dengan bermain bola sebuah aktivitas yang mampu mengeksploitasi seluruh rasa kegembiraan ,kebebasan dan kemerdekaan di kala itu. Di zaman hi tech sekarang ini rasanya game online ataupun play station menjadi barang yang ampuh untuk mengalahkan apa yang dinamakan “sregep sinau”.
Di jawa yang terkenal dengan budaya adiluhungnya, memilki sebuah warisan tradisi yang berkembang dan terpatri sebagai suatu doktrin tersendiri tentang arti penting pendidikan. Bagi mereka ( khususnya di jawa tengah dan sebagian jawa timur ) Memiliki sebuah pakem bahwa pendidikan anak di tempatkan di kasta tertinggi pencapaian hidup, bukan rumah, harta benda ataupun emas berlian yang melintang di leher dan tangan. Mereka lebih senang berujar ke orang lain bahwa mereka punya banyak anak dan telah lulus sarjana semua. Daripada dia harus bercerita punya rumah mewah ,mobil keluaran terbaru, ataupun tanah luas garapan yang terletak di semua tempat.
Dari mana kesadaran ini berasal, jika kita merunut ke zaman kerajaan, seakan hal itu sangatlah mustahil karena tingkat jenjang penggolongan masyarakat yang sangat kaku dibatasi oleh pola kasta. Karena pola itu pulalah seakan tidak ada jalan bagi seseorang untuk memperbaiki nasib loncat dari kasta satu ke kasta yang lebih atasnya. Suatu hal yang mustahil di kala itu untuk pindah kasta, seakan kasta itu adalah bagian ke enam dari panca indera yang otomatis ada sejak kita lahir ke dunia itu.
Di jawa sendiri banyak sekali kitab ataupun buku buku tentang pedoman hidup, yang merupakan hasil penggalian dari para Begawan yang sangat di patuhi di zamanya bahkan sampai sekarang. Salah satunya adalah pujangga kraton Surakarta Raden Ngabehi Ronggowarsito(15 Maret 1802 s/d 24 Desember 1873) yang menulis sebuah serat kalatida di ambil dari salah satu karya sastra terkenal dari prabu jayabaya raja Kediri kala itu, Adapun petikan Serat Kalatida yang dimaksud adalah sebagai berikut : “..Amenangi jaman edan, Ewuh aya ing pambudi, Milu edan nora tahan, Yen tan melu anglakoni,Boya kaduman melik, Kaliren wekasanipun, Ndilalah karsa Allah, Begja-begjane kang lali, Luwih begja kang eling lawan waspada...”
Terjemahan bebasnya adalah: “Hidup di dalam jaman edan, memang repot. Akan mengikuti tidak sampai hati, tapi kalau tidak mengikuti geraknya jaman tidak akan mendapat apapun juga. Akhirnya dapat menderita kelaparan. Namun sudah menjadi kehendak Tuhan. Bagaimanapun juga, sebahagianya orang yang lupa, masih lebih bahagia orang yang senantiasa ingat dan waspada”.

Kalimat terakhir yang selalu dipedomani adalah “…..Begja-begjane kang lali, Luwih begja kang eling lawan waspada”, dimana jika didalami lebih lanjut bahwa untuk menghadapi zaman edan hanya dengan eling lan waspada yaitu ingat dan selalu waspada terhadap segala perubahan zaman, salah satu cara waspada adalah dengan pendidikan serta ilmu. Sehingga ilmu menjadi suatu yang wajib bagi sebagian besar penduduk jawa.

“Kembali ke benang merah” teringat dalang parto menggeret kembali sule dan andre ke pokok permasalahan. Sesungguhnya amat mendasar “bottom principal” jika segala kesuksesan kita berawal dari semangat jiwa dan sinergi gabungan dengan orang di sekeliling kita. Tidak mungkin bisa meraih sukses dengan segala derajat, pangkat dan embel embel yang kini melekat di dada dan pundak kita tanpa bantuan lampu penerang kita belajar, bollpoint “pilot” yang setia sepanjang masa, sampai mie instant yang sesekali memenuhi sepanjang aliran usus dan lambung ini. Kesemunya seperti bagian dari rangkaian elektronika dengan fungsinya masing masing sehingga arus listrik dengan “ampere” nya mampu menstimulasi dan mengalirkan semangat untuk satu tujuan terakhir bekerjanya system elektronika dengan baik.
Memang tak terlupa sedikitpun kata kata sakti yang selalu terngiang dan tak sedikitpun pernah terlupa. Kata kata motivator yang seolah seperti arus datar namun sesungguhnya cambuk maut penggugah dan pengubah masa depan. “Sregepo sinau….le” , sekelumit namun bermakna luas. Tetaplah bersemangat karena hanya dengan keyakinan,semangat dan doa gunung terjal kesemuan akan terkoyak dan terlebur dengan sendirinya`.
(Lettu Pnb Ageng Wahyudi,Pa Pnb Skadron Udara 6)

7 DAYS AND 5 HOURS IN A WEEK AT THE BORDER OF LEBANON AND ISRAEL


The hot Conflict between Lebanon and Israel has been starting since 1978 for a long about 30 years. The last booming conflict is 34 days war in south Lebanon at 2006. It damaged a thousand civilian dead from each other, and more building ,public facilities broken after that. The United Nation’s(UN) as a world country reseprentative has capabilities to take over all problem in this area.
The security council of UN give the mandate to all participant country for doing peace keeper operation in to area. At 11 august 2006 UN create resolutions 1701 for this manner. The new group as the part of UNDPKO was built to tak over the security in south Lebanon. It’s called UNIFIL ( United Nations Interim Force in Lebanon) compilation of all department from about 14 country from security council of UN member. It’s mission kept security from any violation and hostile in south Lebanon especially along border of Lebanon and Israel. It’s well known as Blue Line, the permanent line built a long 150 km as border to separate for two conflict party.
Indonesia as one of security council member and adapted the fundamental law 1945 that one our mission is join together to make peace in the world without anyone disturb. Our country sent the peace keaper contingent at 2006 to Lebanon join with UNIFIL. The contingent well knowns as “GARUDA”, the troops consist of 3 service from Indonesian army. They selection come from all part around Indonesia, in a while they put all symbol and the proudly to wear same atributhe blue barret and garuda on their uniform.
In November 2010 indonesia sent again our contingent to join with UNFIL, they known as GARUDA XXIII-E on duty for along a year. We located in Adhsit Al Qusayr a part of south Lebanon closed to BLUE LINE. Our main mission is to keep environment free from any hostile and nothing significant happen a long Blue Line that it can provocate any bigger escalation among them.
We conduct patrol a long a day and night also other activity for reached our mission. One of operation activity do a long the patrol it’s monitoring all of air violation that will be conducted by two parties. The person who responsibilty to do that is BALO “battalion Air Laisson Officer, the officer as branch of operation officer. Main task order is report all air violation in air space along the border to supper ordinate. In the conflict area all of any escalation or activity can provocate higher escalation become worse.
Mainwhile many task become responbility of BALO. According to Air Operation Of UNIFIL SOP refferences, we can run down the main task of BALO are to establish the procedure to request a flight, CASEVAC/MEDEVAC, define the responsibilities of each battalion regarding helipads in their AO, and allocate and coordinate the employment of UNIFIL Air assets inside the area .
Typical missions carried out by UNIFIL aircraft may include, but are not limited to the following. They are conducted in the order of priority listed:

MISSION PRIORITY
CASUALTY EVACUATION (CASEVAC) IMMEDIATE
SEARCH AND RESCUE RESPONSE (SAR) IMMEDIATE
VIPS AND PRIORITY PASSENGERS REQUIRED FC (HEAD OF MISSION)/CAO APPROVAL
RESUPPLY/CARGO/RECONNAISSANCE ROUTINE
MEDICAL EVACUATION (MEDEVAC) ROUTINE
TRAININGS AND EXERCISES FOR UNIFIL UNITS ROUTINE
PASSENGERS ROUTINE
WELFARE ROUTINE

Knowing that there are two different types of flights (Scheduled or Unscheduled flights, the last ones called Special Flights too), the request for one flight must take on account these points:

a. The Scheduled flight, previously approved by CAO (Chief Air Operations), will carry out the air mission requests (Recce, Transport, Cargo, etc.) submitted by different units if it is possible.

b. The Unscheduled or Special flights will proceed as Scheduled flights do regarding how to request an air mission request and its approval. These Unscheduled flights are requested to transport VIP personnel, civilians from ONU, journalists, special recces, etc.

SEKELUMIT CERITA DARI BALIK TEGANGNYA PENDUDUKAN ISRAEL


Sebuah cerita epos tentang perjalanan umat manusia di atas muka bumi dalam menjalankan misi suci berjuluk “peace keeper”. Sebuah profesi mulia di tengah tengah perseteruan kedua belah pihak yang saling menutup mata dan telinga. Sebuah peran besar dari luhurnya pemikiran perhimpunan bangsa bangsa sedunia yang terpayungi dalam suatu wadah yang terkenal dengan sebutan UN ( United nation). Sebuah badan terpaksa dilahirkan untuk menengahi konflik berpanjangan di perbatasan Lebanon-israel setelah pecahnya perang di daerah selatan Lebanon. Sebuah badan bernama UNIFIL ( United Nations Interim Force in Lebanon) di mandatkan berdasarkan resolusi dewan keamanan PBB no 425 tanggal 19 maret 1978 dan resolusi no 426 tanggal 19 maret 1978 dengan berbagai wewenang yang masih sangat terbatas. Namun dengan peningkatan eskalasi di tahun 2006 lahirlah resolusi baru dewan keamanan PBB n0 1701 tanggal 11 Agustus 2006 yang memberikan wewenang lebih besar dalam rangka ikut menengahi serta menjamin terjadinya perdamaian di sepanjang perbatasan Israel-lebanon atau terkenal dengan BLUE LINE. Sebagai manisfestasi politik luar negeri Indonesia dan amanat Negara yang salah satunya tercantum sebuah dedikasi untuk ikut serta menciptakan perdamaian dunia di kirimlah pasukan penjaga perdamaian yang di gelari pasukan Garuda XXIII.
Di akhir tahun 2010 dikirimlah kontingen ke lima berurun serta dalam kesatuan besar UNIFIL, kontingen Garuda XXIII E . Sebuah kontingen gabungan sekaligus kesatuan dari tiga matra TNI yang bersinergi melepas semua atribut melebur menjadi suatu kebersamaan “GARUDA”. Sebuah dinamika kehidupan dimulai dari sekian banyak rentetan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan SOP ( standard Operational Procedure) sebagai peace keeper. Sesosok militer yang sengaja melepaskan ego,hati dan perangai sebagai seorang “combatan” menjadi seorang ksatria yang adil menututp mata tanpa merugikan kedua belah pihak yang tengah berseteru. “Not Like easy” semua aturan tindak tanduk dan semua perangai berbalikan dengan jiwa pasukan yang telah terbiasa dan mendarah daging untuk bertempur ( kill or to be killed) . Secara ekstrim jika dibelahpun hati ini semua putih tak ada sedikitpun warna lain dalam hati dan darah ini.
Tugas utama yang kita emban secara kasat mata cukuplah menantang. Sesuai dengan deployment dan organisasi yang di bebankan oleh UNIFIL, tugas yang kita emban cukup simple yaitu mencegah persitegangan di sepanjang perbatasan (Blue Line) serta menjamin tidak adanya lagi pasokan senjata illegal ke daerah perbatasan yang sewaktu waktu bisa disalahgunakan. Tugas tersebut di jabarkan dalam berbagai kegiatan yang diantaranya adalah patroli di seluruh area tanggung jawab sehingga terjamin tidak adanya peningkatan eskalasi khususnya peluncuran roket yang terkadang setiap waktu bisa muncul tanpa terduga. Selain itu dilakukan kegiatan territorial atau terkenal dengan wadah CIMIC. Sebuah kegiatan khas TNI dalam menggalang masyarakat sekitar dengan pendekatan budaya yang relative sama serta pendekatan kemanusiaan lainnya yang bermulti fungsi dalam meredam setiap gejolak yang mungkin bisa terjadi. Karakteristik masyarakat yang sangat reaktif, dapat di ibaratkan sebagai sekam yang aktif membara, dengan sedikit provokasi (pemantik) semua hal bisa dan akan sangat mungkin sekali terjadi.
Musuh yang utama bagi kita sebenarnya berasal dari dalam sendiri ( in side factor) dimana mengubah rutinitas di Indonesia yang sebegitu berbeda dengan kegiatan rutin yang ada. Terutama di tambah factor cuaca ekstrem yang sangat berbeda terkait perbedaan musim antara tropis dan kawasan sub tropis. Perbedaan cuaca ekstrem inilah yang terkadang menghambat jalannya rutinitas jika kita tidak benar benar siap. Namun semua dapat terlewati dengan bekal semangat dan kerja keras atas dasar ketulusan hati menjalankan tugas sekaligus menjaga martabat dan harga diri bangsa di tengah percaturan bangsa bangsa lain di dunia.
Rutinitas yang berputar setiap harinya secara permanen akan membentuk suasana kejenuhan tercipta dengan alaminya. Kondisi kejenuhan itulah yang terkadang dapat menimbulkan “bad effect” pada jalannya tugas. Peran serta jajaran dan kreatifitas setiap personel sangat dibutuhkan dalam kondisi seperti itu. Aktifitas yang monoton tanpa diselingi sedikit banyak bumbu perubahan akan menghambat jalannya “brain strom” menuju ke suksesan misi.
Rutinitas keseharian di padati oleh jadwal stand by dan kesiapsiagaan, semua itu terjabarkan dalam serangkaian matrix kegiatan patrol dan kegiatan lain yang saling berterkaitan. Satuan atas dalam wewenang ini adalah UNIFIL menjabarkan serangkaian tugas yang dituangkan pada serangkaian “tasking order’ dan “fragmentasi order”

DI BAWAH NAUNGAN PEKIK GARUDA

Mentari bersinar sungguh malu hari ini, bersembunyi di balik bayang bayang dataran tinggi Golan yang kekar mencakar di arah timur laut compound ku tercinta (barak ku tercinta selama setahun ku bertugas). Di perbatasan Lebanon selatan dan Israel selama hampir 257 hari kedepan akan kulalui sebagai salah satu impresive journey di perjalanan panjang pengabdianku. Hari ini kubuka tirai rentang waktu dengan rutinitas menyiapkan segala perlengkapan untuk melaksanakan patroli. Kegiatan pokok yang menjadi tanggung jawabku sebagai pasukan penjaga hati dunia. Dingin dan ekstremnya cuaca tak sedikitpun menyurutkan niatku untuk ikhlas bersumbangsih memberikan kontribusi pada tegarnya nama GARUDA di tengah posisi percaturan dunia.
Tak terasa sudah 3 bulan purnama berlalu di atas angan dan kepala ini. Jika dirasakan terkadang waktu itu berlalu sungguh lambat ,lambat sekali mengalahkan lambatnya detiknya jarum jam ketika kita menunggu waktu istirahat di saat kita duduk di bangku sekolah. Dipisahkan rentang jarak ribuan kilometer diri ini sementara berbeda “posisi dan kedudukan” terpisah oleh dimensi waktu yang sulit sekali untuk tertembus. Terpisah dengan segala rutinitas, custom, keluarga dan orang terkasih yang sementara kami titipkan di pelukan hangat ibu pertiwi.
Terkadang terbesit rasa rindu akan nikmatnya nasi putih dan sambal teri yang setiap siang selalu membangkitkan gairah kerjaku setelah setengah hari penuh bertarung dengan peluh. Segarnya es buah pinggir jalan yang selalu menyapaku ketika terik “mentarinya Indonesia” menyengat dan melelehkan seluruh peluh ini. Apalagi keluargaku yang setiap saat setia menyapaku, keluarga kecil yang belum genap setahun berlalu kucoba kubentuk sebagai bahtera yang siap mengarungi lautan hidup ini. Masa masa indah kebersamaan sementara waktu ku depositokan sebagai jaminan untuk kubuka kembali sepenggal waktu ke depan.
Seperti rutinitas hari hari sebelumnya hari ini kudisibukan dengan kegiatan patroli keliling di seputaran wilayah tanggung jawab kami. Duduk tegak siaga di kendaraan berputar berkeliling menyusuri jalanan di sempitnya dan terjalnya bukit bukit di jazirah nabi. Terkadang berdecuk segan juga diri ini melihat begitu indah alam ciptaan Tuhan ini sekaligus berpikir penuh keheranan bagaimana para sahabat nabi bertarung dengan ekstremnya kondisi geografis ini untuk menyebarkan kebaikan. Sungguh sebuah usaha besar yang tidak sekedar butuh stamina namun keteguhan dan bajanya niat untuk mau dan mampu menaklukkan semua rintangan dan ujian yang ada.
Setelah peluh dan stamina ini kugaidakan serta kusumbangsihkan pada tugas, giliran waktuku sedikit ku sisihkan untuk seorang tercinta di seberang negeri. Ningrum, separuh hatiku yang setia kutinggal walau belum genap satu revolusi matahari menemaniku sebagai palaksa dalam bahtera keluarga kecilku. Ternyata teknologi menolongku kali ini, membantah hegemoni kebanyakan orang ahli bahwa kemajuan teknologi memberikan bad effect pada sekian banyak perilaku manusia. Jalinan komunikasiku tertolong oleh wahana yang bernama skype sebuah media online P2P (peer to peer) yang diciptakan oleh Niklas Zennström dan Janus Friis sehingga memungkinkan kita berkomunikasi serta bisa berhadapan langsung dengan seseorang kapanpun dan di manapun tempat berada di belahan bumi ini.
Kubuka laptopku dengan harapan hari ini sinyal berpihak kepadaku tidak terbajak di tengah jalan atau berhenti “pit stop” tersangkut oleh tingginya tower Burj dubai sehingga susah sekali connecting signal di skype ku berubah menjadi kuning. Streaming time semakin membuatku penasaran bisakah ku lihat dan ku dengar sapaan hati nun jauh disana. Biru menyala, syukur alhamdulilah dewa signal berpihak ku kali ini, kulihat sesosok penggetar hatiku dengan lembut menyapaku. Teduh hati ini melihat dan mendengar sapaan lembut permaisuri hidupku. Walaupun jeda waktu sunnguh terasa ketika suara berkumandang gerak lekuk tubuh menyusul dengan setia mengikutiku walau tertinggal sekian detik berlalu.
Kucurahkan segala keluh kesah dan suka ria ku hari ini, dan kuperdengarkan dengan setia segala kisah dan curatan hati seakan Morning Update yang rutin kuterima sebagai media rangkuman informasi kegiatanku selama seharian ini. Mulai bagaimana rutinitas sehari ini sampai hal terkecil genteng yang sudah bocor tiga hari ini tak tersentuh karena tidak ada yang sanggup memanjat. Simple namun hal itu yang terkadang mampu menghilangkan sedikit rasa rindu serta memangkas jauhnya jarak yang ada menjadi sekepalan tangan seperti duduk di depan monitor. Sungguh hidup ini terasa sangat terbantu, terima kasih Tuhan yang telah menciptakan skype dengan perantara orang orang kreatif yang telah melahirkannya.
Walaupun berbeda waktu 5 jam namun semua terasa tidak ada bedanya, hanya mata yang tidak mampu dibohongi oleh selisih waktu alami yang ada. Dengan sesegera mungkin ku tutup jendela hati ini dengan harapan semua akan berjalan lancar seperti air yang mengalir sampai ke laut walau terjalnya batu dan kerasnya karang selalu setia mengiringi. Kusibak tempat tidur indahku dan kusiap bertarung diperaduan dimensi mimpi yang indah. Ku sadar sebelum fajar tersenyum ku harus sudah menjemput di ujung kendaraan patroli kesayanganku, Membangunkan penduduk dengan sapaan hangat dan senyuman manis khas pasukan garudaku. Semoga dengan keikhlasan ini kita dapat di terima dengan sepenuh hati sebagai salah satu obat penenang bagi jantung hatinya dunia yang kini sedang bersedih tersangkut lara.
Gegap gempita hati ini ketika sepanjang jalan mulai dari anak kecil , anak muda dan orang dewasa memekikkan kata kata GARUDA setiap ketemu dengan parajurit berbendera merah putih di lengan kirinya. Sungguh ternyata obat terbaik untuk memacu semangat dan mengalihkan serta menyembuhkan segala peluh dan lelahnya diri adalah pekik GARUDA. Ketika semua itu terdengar terasa charger semangat ini kembali terisi untuk kembali bersemangat membawa nama harum ibu pertiwi.

Jumat, 08 April 2011

Badge baru semangat baru


Sebuah epos terlahir dari semangat pasukan yang terintis lahir dari bulatnya tekad serta terjalnya semangat dan tulusnya niat pengabdian. Tersinergi ter 'metamorfose" dalam satu kesatuan bulat erat dan kuat tak sedikitpun mampu teregang. Itualah "semangat"..........semangat sebegitu kuat demi kejayaan nama satuan......

Sabtu, 12 Maret 2011

Berita dari tanah moyangnya bangsa babylonia

Sangat sedikit yang bisa kita ucapkan dari sekian banyak ke"ganjilan" yang ada di negeri tua, yang telah ada sejak para nabi kekasih Tuhan diturunkan ke muka bumi sebagai kalifah pemberi arah kepada semua umatnya. Kerajaan penuh epos dan kemegahan pun "babylonia" konon ada di jazirah yang sekarang tersiar dengan Call sign ...Lebanon. Sebuah negara dengan karakter yang majemuk sebuah batas antara perpaduan dataran arab dengan segala budaya kentalnya dengan arus perubahan budaya barat yang dengan pastinya mengambil separoh lebih karakter asli 'pejuang gurun". Suatu asimilasi yang sebegitu menarik....sebuah software asli arab tapi ter"chasing" oleh modernitas bangsa eropa. Namun itulah kelebihan dan key factor dari bangsa lebanon.
walaupun di era ini berbagai macam kepentingan dan campur tangan berupaya untuk urun rembuk dalam jalannya "government" sebagai suatu signal pencengkeraman sebuah kekuatan dan ideologi di dunia ini. Di sinilah meja catur di mainkan dengan pemain yang lebih dari dua orang, semua bidak dan anak buah catur bisa digerakkan tidak hanya oleh pemain "on sit" tetapi semua pendukung mampu dan bisa untuk itu.
di tengan sengitnya percaturan yang terjadi, suatu sudut sempit di tengah ruang dimensi yang sebegitu luas saya berdiri untuk sebuah misi yang sedemikian jelas dan mulianya, sebagai bentuk ke "toleransian" dunia akan ketegangan dan permainan catur dari dua kubu yang belum selesai. Misi yang ternamai sebagai "peace keeper" , sebuah peran dan profesi baru yang menjadi konsekuensi setiap bangsa tentunya yang toleran terhadap bangsa lain yang tengah bergelut untuk kembali mengibarkan bendera putih perdamaian di muka bumi ini. seperti slogan super hero di kala kita kecil Ksatria Baja Hitam (kotaro minami) 'akan selalu berusaha menumpas kejahatan dan mengibarkan bendera putih perdamaian di muka bumi ini.
Sebuah profesi yang sebegitu mulia pada tujuan sesungguhnya.....dengan bekal sebagai salah satu perwakilan bangsa, untuk sedikit membantu bangsa lain yang menderita"sakit" terkambuhkan dengan nama peperangan. Di tengah kesadaran yang ada itulah kita berusaha untuk sekuat tenaga menjaga kehormatan bangsa dengan senjata utama "imparsiality" sebuah prinsip dasar dari seorang ksatria biru berjuluk 'Peace keeper"

Jumat, 04 Maret 2011

Percakapan Seorang calon "pemimpin" kepada calon anak buahnya

Di suatu waktu di ujung tanah lapang berdiri tegak seorang gagah gergelar "pemimpin"

dan bersimpuhlah dengan taat dan patuh berjejer sederet "person" bersandikan "anak buah"

sebuah percakapan "single communication" direct attack baru di bagian akhir "two way communication"

tergelar dan terperinci dengan jelas tahap tahap menjadi seorang pemimpin yang baik

kalau mau jadi seorang pemimpin tentunya ada ciri cirinya dan ter 'conclusi" lah apa itu semua:

1. Yang paling mudah adalah bisa "marah"= kayaknya yang ini semua bisa karena tanpa dasar pengetahuan pun semua juga bisa....yang penting pede saja. Ngak perlu ilmu tinggi untuk ini.

2. Bisa membuat keputusan .....tapi ingat ada juga di salah artikan, membuat keputusan spontan "brain storm" suddenly thinking bagus , tapi kalau habis bangun tidur buat keputusan itu baru namanya "anoman obong". Kok bisa karena dia berdasarkan kemujuran...iya kalau lagi mujur kalau ngak...minum bubur aja kali.

3. Harus bisa mengkoreksi. yang di perlukan sebenarnya cukup simple ...hanya pede dan yakin kalau kita lebih bisa ama yang di kasih koreksi.....apalagi di bumbuiin agak galak dikit makin jadilah kita bisa koreksi .ngak perlu pengetahuan khusus kayaknya.

4. Harus bisa ngasih contoh...nah ini yang terkadang agak susah dan harus punya ilmu soalnya.karena apa sebenarnya bisa aja tanpa ilmu tapi kalau yang di kasih contoh susah ya agak malu brooo.

5. yang terakhir harus bisa semua ...bisa marah...bisa kritik ma bisa bangun tidur biar bisa ngambil keputusan



hanya sekilas info buakan patokan namanya juga sekilat info...............jadi referensi ya dari angin yang berlalu saja

Selasa, 22 Februari 2011

“KUINGIN BERTEMUMU DI ALAM SANA WALAU SESAAT”


Ketika ku kecil dengan manja dan lugu ku diasuh dengan kelembutan tangan seorang…nenek.

Ku di suap dan di asup dengan asupan bergizi berlebih di Zaman itu di tambah rasa sayang tiada tara darimu …nek.

Ku menangis, merangkak dan berdiri atas panjatan dan titah tuntunmu….nek.

Di kala ku mulai berani bermain…ku selalu pulang dan menangis dan mengadu ke pangkuanmu nek.

Saat sekolahku membuat masalah dengan santunmu kau pecut semangatku tuk kembali bangkit…..nek

Saat rumah sudah tak bersahabat karena kebengalan dan kebandelanku…..aku datang ke hangatnya perlindunganmu nek.

Saat semester membuat kiamat hidupku engkau datang dengan senyum iklas penenangmu

Tapi saat kumulai rengkuh sedikit posisi diri ,berdasi dan berjas harum mewangi tak sedikitpun “brain” ini ingat padamu.

Di saat “fast food” dan suasana “lounge café” menemani hari hariku tak secuilpun memori ini tersisih untukmu nek

Saat semua orang sibuk mengelu-elukan kehebatan diri ini…..tak sedikitpun tersirat sumbangsih andil jasamu.

Dan di saat ku sudah lupa…….tak ku sadari engkau telah mendahaluiku tanpa sedikitpun aku ingat akan sejuta kisah jasamu….nek

Nek……aku tak berani memutar kembali rekaman lampau dengan hari harimu

Aku malu …malu pada diri ini…..aku bisa berdiri karena topanganmu..tanpamu diri ini akan goyah dan tumbang.

Tapi kenapa di saat terakhirmu justru kesombangon dan kecongkahanku yang meutup kelam diri ini

Rasanya belum sedikitpun aku balas jasamu…nek…sedikitpun.

Namun engkau dengan tenang mendahuluiku.

Bisa kah cucumu yang “durhaka” ini bertemu lagi denganmu

Untuk sedikit berbakti dan membalas jasamu…sedikit saja Nek..

Sekali lagi sedikit saja nek….

DI SEPERTIGA MALAMMU AKU BERSUJUD


Di padunya gemerlap bintang dan rembulan
Di hening dan kidmatnya larut malam menjelang
Diterpaan sepoi lirih dingin angin menerjang
Di sepertiga gelap yang tenang tak berdendang
Terurai padu niat di dalamnya kalbu bersemayam
Niat suci bersujud bersimpuh bermunajat
Mengingat akan kebesaranmu..ya…….robbbi
Diri ini tersadar ingat akan segala kilaf dan alpa
Terbuai akan Rentetan silaunya dunia nan fana
Terbias,terpelanting jauh diri hamba dari rel lurus-MU
Bisik goda dan ajakan bulus makluk gelap-MU
Telah marasuk dan membutakan mata suci putih batinku
Melenyapkan akan naluri alami “Kemalaikatan” ku
Menggoyahkan tegap dan kokohnya benteng “hesco bastian” imanku
Di sajadah putih di sepertiga paruh malam-MU
Ku bersujud memohon penuh iklas dan pintaku
Agar jalan dan titianku kembali berpijak di lurusnya rel koridor-MU
Biar mata dan batinku kembali putih bersinar lembut penuh dengan barokah-MU
Dan segala jebak rintang makluk penggoda-KU sirna lenyap holas tak berbekas
Dengan sujud syukur iklasku
Terpanjat syahdu ke haribaan-MU ya Robbi……….

Lettu Pnb Ageng W
( adhsit al qusayr 182253FEB11 )

Selasa, 19 Oktober 2010

Flipper " TANGGUH DI MEDAN TUGAS< RAMAH DI SEMUA ARAH"


Sebuah gagasan nan adiluhung tentang sosok penolong di negeri nusantara ini. Terilhami dari sosok binatang yang memiliki insting "penolong"yang maha dahsyat maka muncuulah ide untuk "mengadop" semangat tersebut sebagai sebutan "call sign" awak pesawat BASARNAS. Sebuah badan yang membidani lahirnya para penolong berhati mulia tidak pernah mengenal pamrih untuk menolong sesama di bumi indonesia. Sebuah kepercayaan yang telah di berikan merupakan garansi yang harus di ejawantahkan sebagai garda terdepan "rescuer" di indonesia. Flipper sebuah call sign simple bermakna luas dengan segala cita cita suci yang akan disandangnya. Dengan call sign yang baru kita berharap dan selalu berdoa semua tuga s di mana dan kapanpun juga akan kita laksanakan sebagai wujud darma bhakti tak kenal henti patriot sejati negeri.....baravo flipper

Minggu, 17 Oktober 2010

“Sregepo Sinau………”

Assalamualikum rasanya ucap syukur tak ayal akan selalu terucap dari bibir ini sekalian ikhlas puji doaku akan senantiasa terpanjat dari hati ini. Itu semua karena sebegitu besar nikmat yang tak ternilai harganya tercurahkan kepada kita sebagaimana takaran yang masing masing manusia telah ada secara kodatrinya. Perjalanan panjang hidup ini telah hampir sampai ke titik aman pertama yaitu seperempat abad lebih sedikit dengan segala rejeki yang menyertainya. Dimana seseorang sudah mulai menggapai cita cita yang di inginkan serta kejelasan akan kenikmatan duniawi mulai bisa terprediksi dan menghilangkan bayang bayang samar ketakutan.
Apabila melangkas napak tilas ke belakang tak sedikit pengorbanan yang bisa di sepelekan. Namun semua aral rintangan dan kerja keras adalah bumbu menuju kesuksesan. Seorang jenderal berpengaruh di Amerika Serikat Collin powell pernah berkata :
“Tiada rahasia untuk sukses. Kesuksesan adalah hasil dari persiapan, kerja keras dan belajar dari kegagalan.
Sebuah kegagalan adalah referensi yang sangat berharga bagi munculnya sebuah gold moment yang bernama keberhasilan. Terkadang yang kita butuhkan adalah sebuah energy positif akan keberhasilan, itu saja. Aura positif akan mendorong kita berbuat dan berhasil dengan nilai pencapaian yang positif juga.
Norman Vincent Peale
“People become really quite remarkable when they start thinking that they can do things. When they believe in themselves they have the first secret of success.”
Secara harfiah dapat diartikan sebagi berikut bahwa “Manusia menjadi sangat luar biasa saat mereka mulai berpikir bahwa mereka dapat melakukan banyak hal. Tatkala mereka percaya akan kemampuannya, mereka memiliki rahasia utama sebuah keberhasilan”.
Jika kita mau menyelami kehidupan apa kunci sukses dari sekian banyak orang yang kita anggap sukses di lingkungan sekitar kita, maka akan sangat sulit menentukan beberapa factor yang kemungkinan ada. Dari sebegitu banyak factor memiliki prosentase tersendiri dalam memberikan sumbangsih yang berbeda pula. Pendidikan mungkin menjadi alasan yang terlogis mengingat peran sertanya terutama dalam membentuk karakter dan kepribadian seseorang “character building”. Di Negara berkembang semacam Indonesia pendidikan adalah kunci sukses bagi seseorang sehingga bisa loncat strata dan mengubah kehidupan kearah yang lebih baik.
Banyak sekali cerita bak dongeng yang ada dan tidak sedikit menjadi motivator bagi sebagian banyak orang di negeri ini. Sebagai contoh anak petani yang bisa merengkuh kedudukan sebagai president director di salah satu perusahaan terkenal. Seorang anak desa mampu menjadi jenderal dan masih banyak lagi cerita nyata yang sebegitu inspiratifnya. Itu semua tak lain karena jalur pendidikan yang mengubah “old pattern” dimana orang yang sukses selalu seakan sudah merupakan takdir dan berasal dari kaum bangsaan dan colonial yang nenek moyangnya mempunyai darah istimewa untuk menjadi orang sukses. Hal itu wajar sebagai bentuk konsekuensi logis dari sekian lamanya Negara kita dijajah, sehingga salah satu doktrin sebagai jalan untuk tetap melanggengkan cengkeraman kekuasaan.
Teringat bagi sebagian besar kita bahwa para orang tua pernah berpesan dengan segala kata kata bijak dan petuahnya. Mereka hanya titip satu pesan yang tidak mungkin dapat di terima dengan akal pikiran seorang anak “ belajar yang rajin”. Terkadang sontak kita sedikit protes dengan hal itu, karena bagi kita belajar adalah suatu aktivitas yang jauh mengesalkan jika di sejajarkan dengan bermain bola sebuah aktivitas yang mampu mengeksploitasi seluruh rasa kegembiraan ,kebebasan dan kemerdekaan di kala itu. Di zaman hi tech sekarang ini rasanya game online ataupun play station menjadi barang yang ampuh untuk mengalahkan apa yang dinamakan “sregep sinau”.
Di jawa yang terkenal dengan budaya adiluhungnya, memilki sebuah warisan tradisi yang berkembang dan terpatri sebagai suatu doktrin tersendiri tentang arti penting pendidikan. Bagi mereka ( khususnya di jawa tengah dan sebagian jawa timur ) Memiliki sebuah pakem bahwa pendidikan anak di tempatkan di kasta tertinggi pencapaian hidup, bukan rumah, harta benda ataupun emas berlian yang melintang di leher dan tangan. Mereka lebih senang berujar ke orang lain bahwa mereka punya banyak anak dan telah lulus sarjana semua. Daripada dia harus bercerita punya rumah mewah ,mobil keluaran terbaru, ataupun tanah luas garapan yang terletak di semua tempat.
Dari mana kesadaran ini berasal, jika kita merunut ke zaman kerajaan, seakan hal itu sangatlah mustahil karena tingkat jenjang penggolongan masyarakat yang sangat kaku dibatasi oleh pola kasta. Karena pola itu pulalah seakan tidak ada jalan bagi seseorang untuk memperbaiki nasib loncat dari kasta satu ke kasta yang lebih atasnya. Suatu hal yang mustahil di kala itu untuk pindah kasta, seakan kasta itu adalah bagian ke enam dari panca indera yang otomatis ada sejak kita lahir ke dunia itu.
Di jawa sendiri banyak sekali kitab ataupun buku buku tentang pedoman hidup, yang merupakan hasil penggalian dari para Begawan yang sangat di patuhi di zamanya bahkan sampai sekarang. Salah satunya adalah pujangga kraton Surakarta Raden Ngabehi Ronggowarsito(15 Maret 1802 s/d 24 Desember 1873) yang menulis sebuah serat kalatida di ambil dari salah satu karya sastra terkenal dari prabu jayabaya raja Kediri kala itu, Adapun petikan Serat Kalatida yang dimaksud adalah sebagai berikut : “..Amenangi jaman edan, Ewuh aya ing pambudi, Milu edan nora tahan, Yen tan melu anglakoni,Boya kaduman melik, Kaliren wekasanipun, Ndilalah karsa Allah, Begja-begjane kang lali, Luwih begja kang eling lawan waspada...”
Terjemahan bebasnya adalah: “Hidup di dalam jaman edan, memang repot. Akan mengikuti tidak sampai hati, tapi kalau tidak mengikuti geraknya jaman tidak akan mendapat apapun juga. Akhirnya dapat menderita kelaparan. Namun sudah menjadi kehendak Tuhan. Bagaimanapun juga, sebahagianya orang yang lupa, masih lebih bahagia orang yang senantiasa ingat dan waspada”.
Kalimat terakhir yang selalu dipedomani adalah “…..Begja-begjane kang lali, Luwih begja kang eling lawan waspada”, dimana jika didalami lebih lanjut bahwa untuk menghadapi zaman edan hanya dengan eling lan waspada yaitu ingat dan selalu waspada terhadap segala perubahan zaman, salah satu cara waspada adalah dengan pendidikan serta ilmu. Sehingga ilmu menjadi suatu yang wajib bagi sebagian besar penduduk jawa.
“Kembali ke benang merah” teringat dalang parto menggeret kembali sule dan andre ke pokok permasalahan. Sesungguhnya amat mendasar “bottom principal” jika segala kesuksesan kita berawal dari semangat jiwa dan sinergi gabungan dengan orang di sekeliling kita. Tidak mungkin bisa meraih sukses dengan segala derajat, pangkat dan embel embel yang kini melekat di dada dan pundak kita tanpa bantuan lampu penerang kita belajar, bollpoint “pilot” yang setia sepanjang masa, sampai mie instant yang sesekali memenuhi sepanjang aliran usus dan lamubung ini. Kesemunya seperti bagian dari rangkaian elektronika dengan fungsinya masing masing sehingga arus listrik dengan “ampere” nya mampu menstimulasi dan mengalirkan semngat untuk satu tujuan terakhir bekerja system elektronika dengan baik.
Memang tak terlupa sedikitpun kata kata sakti yang selalu terngiang dan tak sedikitpun pernah terlupa. Kata kata motivator yang seolah seperti arus datar namun sesungguhnya cambuk maut penggugah dan pengubah masa depan. “Sregepo sinau….le” , sekelumit namun bermakna luas. Tetaplah bersemangat karena hanya dengan keyakinan,semangat dan doa gunung terjal kesemuan akan terkoyak dan terlebur dengan sendirinya`.

Jumat, 08 Oktober 2010

KESABARAN

KESABARAN



Keputus asaan kuat mengakar
Rangkaian kegagalan dan ketumpulan jiwa berawal
Cercaan hujatan dan halus lembutnya sindiran
Terngiang dan berhenti tersiar
Sepoi halus mengusik bisik indera
Ya Allah ya Tuhanku
Penguasa dan pencipta semesta insani
Pertanda apa yang Engkau berikan
Tguran,peringatan atau sebuah jawaban
Hati Kristal membatu terdiam
Tak tau pasti dan meraba pelan
Apa gerangan semua ini
Secepat kilat
Embun pagi nan segar merona
Halus menetes Kristal hati
Semilir angin mencabut akar keputusasaan
Sabar dan tabah hati
Mungkin sandi yang jadi kunci
Ya Allah Ya Robbi
Bersimpuhku
Besujudku
Semoga hamba-Mu ini Engkau restui
Kesabaran tetap menjadi nikmat di “hati”


magoroku

MAWAR MEREKAH DI KERING KEMARAU

MAWAR MEREKAH DI KERING KEMARAU

Sekuntum mawar
Merah merekah
Memancar tentang arah
Secercah harapan terkembang
Geliat hidup gairah
Terbuka terbang masa menganga
Awal baru yang tlah lama musnah
Terlamban nan pasti menapak selangkah
Aura dalam diri tergolah
Keanehan rasa terasa memendar
Dunia sekejap indah
Terpatri makna penuh terkandung
Sekejap kilat tak terduga
Angin kering selatan terhembus
Fenomena alam termulai terhampar
Kemarau panjang terdadak mengancam
Fatamorgana menghias
Air mengalir sekejap musnah
Merpati putih termenung di dalam
Jauh memandang
Tersimpan seribu Tanya tak terbatas
Akankah mawarku tetap merekah
Merah nan kian merangah
Troda waktu berjalan coba menjawab
Ketulusan dan kesucian niat hidup
Tonggakan kuat tak tergoyah
Mawarku coba dan akan tetap merekah
magoroku

Kamis, 07 Oktober 2010

TUHAN HENDAK BERKATA

TUHAN HENDAK BERKATA



Pagi nan cerah riang terhempas
Hembusan silir tentramkan jiwa
Keriangan dan ketenangan terpecah
Terbelah mengangah….
Terbesit kabar duka nestapa
Di ujung nun jauh nusantara
Sekejab mata sekelibas waktu
Serambi nan indah tersapu rata
Ombak maha digdaya mengumbar daya
Ribuan nyawa tanpa dosa
Terhempas terbawa
Kehidupan indah sekejap sirna
Tergeletak
Terhampar beratusan tak berdaya
Ibu pertiwi menangis
Tertunduk bersujud kala itu
Bertanya berdo’a,dan teriba
Apakah arti semua
Ujian atau dosa yang lama terkira
Tertundukny
Bersujudnya
Mungkin
Ttuhan hendak berkata



29 desember 2004
(tsunami and heartquarte


magoroku
PERJALANAN SEORANG MUSAFIR



Menapak langkah terhitung demi langkah
Setapak sejengkal lalu hilang berlalu
Debu kerikil batu terjal dan cadas keras terlintas
Tonggak awal tertancap tegak berbendera berkibar
Perjalanan lorong waktu tersekat menapak ke atas
Cucuran peluh
Tetesan darah
Rintihan sakit terekam mendalam
Terik mentari , dingin menusuk
Hempasan badai berganti mengiringi
Tekad bulat terucap
Keteguhan jiwa tonggak semangat
Untuk satu raihan
Rembulan bersinar di ufuk senja


Anonym

MENDUNGPUN MENETESKAN AIRNYA

MENDUNGPUN MENETESKAN AIRNYA

Kegelapan menunjukan tanda
Sinar kecerahan mulai memudar
Hitampun bercampur melebur

Ketidak jelasan kinipun datang
Suara riuh entah dimana asal
Saut menyaut memperkeruh guruh

Riuh itu datang menghujam
Pohon sekokoh tergoyang tumbang
Terdiam seakan terpejam buta

Hawa sekitar terbisu tercengang
Diam bisu meratapi zaman
Kaku langkah terhenti mati

Kesedihan bercampur
Langitpun ikut tersentuh
Dan…..
Mendungpun meneteskan airnya



18 september 2004
( When I was commandant of third squadron )


magoroku